Berita

Temukan Ratusan Anak-anak di 12 Negara Terinfeksi Penyakit Hepatitis

 SehatAsik.com – Temukan ratusan anak-anak di 12 negara terinfeksi penyakit hepatitis baru yang misterius dengan gejala parah. Indonesia termasuk salah satu negara yang terkena wabah tersebut. Data pasien rumah sakit di Jawa Timur menunjukkan sebanyak 2,5% anak terinfeksi penyakit Hepatitis. Jika di suatu rumah sakit terdapat 160 pasien anak-anak, tentukan ada berapa anak yang terbebas dari penyakit Hepatitis.

Ada 4 anak yang terjangkit hepatitis. Jadi, yang terbebas adalah sebanyak 156 anak.

Ratusan anak-anak di 12 negara terinfeksi penyakit hepatitis baru yang misterius dengan gejala parah. Dokter kebingungan dan WHO laporkan satu kasus kematian. Apakah penyakit baru ini ada kaitannya dengan pandemi Covid?

Temukan ratusan anak-anak di 12 negara terinfeksi penyakit hepatitis

Misterius! Ratusan Anak Terjangkit Hepatitis

Para pejabat Kesehatan di Uni Eropa, AS dan Inggris kini sedang mencari penyebab dari kasus mesterius ini. Ratusan anak di bawah 10 tahun yang terjangkit penyakit Hepatitis. WHO menyatakan, lebih dari 170 kasus telah terdeteksi pada 12 negara.

Akibat penyakit Hepatitis ini, seorang anak dilaporkan meninggal dan 17 anak lainnya perlu melakukan transpalasi hati.

“Sejatinya prevalensi kasus hepititis serius pada anak-anak sangat jarang,” ujar William Irving, profesor virologi di University of Nottingham, Inggris. Ia menambahkan, setiap tahunnya rata-rata kasus hepatitis pada anak-anak di Inggris hanya satu digit.

Namun, 4 bulan pertama pada tahun 2022 ini, Inggir sudah mencatat hingga 114 kasus serupa. Yang mana Inggirs menjadi negara yang mengalami kasus terbanyak dibandingkan negara lainnya. “Saya pikir ini sangat luar biasa, dan belum pernah saya alami sepanjang praktek di rumah sakit,” tegas Irving.

Tidak diketahuinya hal yang menjadi pemicu atau penyebab penyakit ini membuat para dokter khawatir. Apalagi cara penularannya juga belum diketahui hingga saat ini.

Peradangan Hati Akut

Diketahui, merebaknya penyakit Hepatitis pada anak ini berawal di bulan April lalu. Kebanyakan, yang terjangkit penyakit ini adalah anak yang usianya 10 tahun ke bawah. Anak balita atau anak yang berumur di bawah 5 tahun ini, menjadi penderita terbanyak.

Disebut misterius karena anak-anak yang sakit saat ditest, tidak menunjukkan gejala positif pada semua jenis hepatitis yang sudah dikenal, yakni hepatitis A, B, C, D dan E.  Namun anak-anak itu mengalami peradangan akut pada hati, dan beberapa di antaranya harus melakukan transplantasi hati. “Situasi yang sangat tidak lazim,” ujar Alastair Sutcliffe, profesor penyakit anak-anak di University College London.

Menyebabkan Wasir

Jika organ hati terganggu, tekanan darah meningkat. Ini dapat menyebabkan varises di lambung dan kerongkongan serta wasir. Vena sangat melebar untuk menurunkan tekanan sebanyak mungkin dari vena porta (aliran utama ke hati). Sehingga stres meningkat dan terjadi kerusakan permanen. Akibatnya, bisa terjadi pendarahan yang berdampak fatal.

European Center for Disease Prevention and Control pada 19 April lalu mengumumkan, menemukan kasus hepatitis misterius itu di Spanyol, Denmark, Belanda dan Irlandia. Juga otoritas Kesehatan AS sudah melaporkan kasus dari negara bagian Alabama.

Hepatitis yang berarti peradangan pada hati, punya banyak penyebab. “Itu bisa dipicu infeksi akibat serangan virus, atau keracunan alkohol atau juga akibat obesitas,” tambah Irving.

Walaupun sejauh ini penyebab merebaknya penyakit spesifik ini belum jelas, namun pakar virologi dari Inggris itu menduga keras, ada kaitannya dengan adenovirus.

Para dokter menemukan, sebagian anak-anak yang didiagnosa terinfeksi penyakit misterius itu, ketika dites menunjukkan reaksi positif terhadap satu jenis adenovirus yang disebut Adenovirus 41.

“Namun tidak seluruh kasus menunjukkan infeksi adenovirus 41. Kami masih terus melakukan observasi, hingga ada cukup kasus untuk menunjukkan potensi kasusnya bukan hanya kebetulan,” papar Irving lebih lanjut.

Adenovirus 41 merupakan pemicu infeksi umum pada anak-anak di bawah 10 tahun, dan dalam kasus normal hanya menyebabkan diare dan muntah-muntah. Sejauh ini belum ada indikasi, infeksi adenovirus berkaitan dengan hepatitis.

“Pasti ada sesuatu yang tidak lazim pada adenovirus tersebut. Atau virusnya berinteraksi dengan sesuatu yang memicu hepatitis,” ujar pakar virologi dari Inggris itu. Juga ada kemungkinan, pemicunya adalah jenis baru penyebab infeksi, racun dari alkohol atau faktor lingkungan, atau bahkan gabungan dari semua faktor tersebut.

Berkaitan dengan COVID-19?

Juga ada pertanyaan, apakah penyakit baru itu ada kaitannya dengan Covid-19. Data menunjukkan, sebagian anak yang menderita infeksi hepatitis saat dites juga positif Covid dan sebagian lagi tercatat sebagai penyintas corona.

Ada kemungkinan, mereka yang positif atau penyintas Covid-19, sistem kekebalan tubuh atau imunitasnya masih lemah, hingga memudahkan terserang infeksi virus lainnya.

Namun pakar virologi William Irving juga punya asumsi lain terkait pandemic Covid-19. “Anak-anak ini selama dua tahun pandemi Covid sangat jarang melakukan kontak dengan yang lainnya, dan ibaratnya hidup dalam dunia steril. Padahal dalam kondisi normal, biasanya anak-anak terekspos beragam virus, dan mengembangkan imunitas,” paparnya.

Sekarang, saat kondisi relatif kembali normal, anak-anak ini tiba-tiba saja dihadapkan pada paparan beragam pemicu infeksi, termasuk adenovirus. “Sementara tubuh mereka sejauh ini tidak lagi mengembangkan kemampuan untuk menghadapi virus tersebut,” pungkas Irving.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button