Tips

Jaga Kesehatan Pahlawan Keluarga dari Gejala Neuropati!!

 Siapa sih yang bisa disebut sebagai “Pahlawan” di keluarga kamu? Ayah? Ibu? Mungkin Ayah bisa menjadi seorang pahlawan dalam sebuah keluarga. Meskipun ibu juga memiliki peran penting dalam keluarga, tapi sebutan pahlawan yang identik dengan sosok yang kuat lebih cocok disematkan kepada Ayah.

Mencari nafkah dan memastikan kebutuhan tercukupi menjadi tanggung jawab seorang ayah. Ayah rela bekerja pagi, siang, hingga malam hanya demi keluarga bisa hidup bahagia. Tentunya perlu tenaga dan kondisi tubuh yang baik untuk menjalani itu semua.

Keseharian Seorang Pahlawan Keluarga

Di tengah kesibukan mencari nafkah untuk keluarga, Ayah juga bertanggungjawab atas tumbuh kembang sang anak. Meluangkan waktu untuk bersama keluarga terutama anak, tentunya tidak akan mudah dengan aktivitas kerja yang harus dijalani.

Tidak hanya itu, beberapa tugas rumah juga menjadi tanggung jawab seorang Ayah. Pekerjaan rumah yang tidak bisa dikerjaan oleh seorang ibu, tentunya Ayah lah yang harus mengerjakan.

Pahlawan Keluarga NeuroHero

1. Menghabiskan Waktu Bersama Anak

Masa kecil tidak bisa diulang kembali. Oleh karena itu, saat anak masih membutuhkan waktu bermain bersama keluarga, seorang Ayah haruslah bisa memanfaatkannya dengan baik. Entah itu hanya main di lingkungan rumah ataupun mengajak anak bermain ke luar untuk mendapatkan pengalaman baru.

Tidak harus keluar rumah, banyak kegiatan asyik yang bisa dilakukan bersama anak di rumah. Seperti berkemah di halaman rumah, berolahraga, bermain bola, dan sebagainya.

Kalaupun memungkinkan, Ayah bisa mengajak anak ke tempat-tempat bermain yang bahkan tidak butuh biaya seperti taman. Meskipun demikian, tetap diperlukan waktu dan tenaga dari sang Ayah.

2. Pekerjaan Rumah

Meskipun tugas rumah seperti memasak, mencuci, dan sebagainya bisa dikerjakan Ibu, tapi tidak ada salahnya jika Ayah juga membantu untuk menyelesaikannya. Belum lagi berbagai tugas yang memang tidak bisa dikerjakan oleh seorang wanita, siapa lagi kalau bukan ayah yang harus mengerjakannya.

Seperti memperbaiki rumah saat ada kerusakan, merapikan taman dan halaman rumah, dan berbagai aktivitas berat yang lebih pantas dikerjakan oleh seorang lelaku. Kalau Ayah tidak bisa menjaga kesehatannya, pekerjaan semacam ini akan terasa berat untuk dikerjakan.

Resiko Pahlawan Keluarga Alami Neuropati

Karena memang tugas dan tanggung jawab seorang Ayah lebih menguras tenaga, tidak heran resiko terjadinya gangguan kesehatan Ayah lebih tinggi dibandingkan seorang ibu. Disamping memiliki tanggung jawab menafkahi keluarga, ayah juga mempunyai tugas yang harus dikerjakan di rumah.

Berbagai gangguan kesehatan bisa dialami seorang Ayah, mulai dari yang ringan sampai yang berat. Salah satu yang sering dialami adalah Neuropati.

Apa itu Neuropati?

Neuropati merupakan gangguan kesehatan terjadinya kerusakan oleh saraf. Ada 2 kondisi pada gangguan kesehatan ini, yakni mononeuropathy yang mana kerusakan hanya terjadi pada 1 saraf dan polyneuropathy untuk lebih dari 1 saraf yang rusak.

Gejala Neuropati beragam, tergantung saraf yang mengalami kerusakan. Saraf otonom, sensorik, motorik, atau beberapa di antaranya.

Jika kerusakan terjadi pada saraf otonom, pengaruhnya ada pada fungsi tubuh seperti tekanan darah dan bahkan gangguan pencernaan. Untuk saraf sensorik, akan terjadi gangguan keseimbangan. Sedangkan kerusakan saraf motorik berpengaruh pada refleks dan gerakan.

Oleh karena itu, gejala Neuropati ini bisa menimbulkan rasa nyeri, kesemutan, hingga kram.

Apa Penyebab Neuropati?

Beragam hal bisa menjadi penyebab terjadinya Neuropati. Mulai dari penyakit diabetes, penyakit autoimun, efek dari kemoterapi, infeksi, hingga difisiensi vitamin. Faktor bertambahnya usia juga bisa menjadi penyebab Neuropati denan peningkatan penyakit kronis.

Tips Ngerti (Ngelawan Neuropati)

Sebutan NeuroHero mungkin juga layak disematkan kepada Ayah yang menjadi pahlawan keluarga dengan resiko Neuropati yang ada. Berikut ini ada beberapa tips untuk menghindari gejala Neuropati: 

Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi, PERDOSSI (Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia) Pusat, dr. Manfaluthy Hakim, SpS(K) mengatakan “Ketika ada yang mengalami kesemutan, kebas dan kram, masih banyak masyarakat yang stop beraktivitas, membiarkan, menggunakan balsam, pijat, relaksasi serta membengkokkan atau meluruskan area yang sakit. Namun hanya 25 persen dari mereka yang mengerti manfaat vitamin neurotropik,”

Menerapkan hidup bersi dan sehat bisa menjaga kesehatan saraf, sehingga tentunya bisa terjaga dari Neuropati. Cara paling sederhana adalah dengan olahraga ringan secara rutin, menjaga pola makan, dan pola tidur yang baik.

Selain bisa didapat dari makanan yang sehat, mengonsumsi vitamin B1, B6, dan juga B12 bisa menjaga sistem saraf agar tetap sehat dan bekerja dengan baik.

Akhir Kata

Tidak mudah menjadi seorang Ayah yang baik. Selain harus menjadi tulang punggung keluarga dengan mencari nafkah, Ayah juga harus meluangkan waktu bersama keluarga di rumah.

Aktivitas yang cukup padat tentunya akan menguras banyak tenaga. Berbagai resiko terjadinya gangguan kesehatan bisa muncul. Salah satunya adalah kerusakan pada saraf atau Neuropati.

Dengan menjalani pola hidup yang sehat, seorang NeuroHero bisa lebih terjaga dari resiko gejala Neuropati.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button