Jadi Penyebab Penyakit Jantung, Jangan Masak dengan Suhu Terlalu Tinggi

 SehatAsik.com – Siapa yang tidak suka makanan crispy? Makanan yang digoreng dengan sangat matang atau deep fried? Mungkin Anda adalah salah satu pencinta makanan seperti itu. Pada umunya, makanan tersebut memang memiliki sensasi tersendiri seperti rasa renyah yang menemani di setiap gigitan, karena itulah banyak makanan modern yang memanfaatkan cara memasak deep fried untuk membuat hidangan yang memukau.

Sayangnya, baru baru ini penelitian mengungkap bahwa makanan yang dimasak dalam suhu tinggi memiliki beberapa pengaruh buruk terhadap kondisi tubuh, pengaruh yang paling utama adalah meningkatnya kemungkinan terserang penyakit jantung.

Makanan Digoreng Penyebab Penyakit Jantung

Faktanya, makanan yang dimasak dengan cara digoreng memang cenderung lebih berbahaya dibandingkan dengan direbus. Letak bahaya tersebut tentu saja di kadar penggunaan minyak, dimana minyak sudah terkenal sebagai bahan yang kurang baik untuk menjaga kesehatan jantung dan mempertahankan berat badan ideal.

Berdasarkan hasil studi terbaru yang diterbitkan hari Rabu lalu pada jurnal International Biomed Central “Nutrition”, ternyata tidak hanya minyak yang memiliki peran dalam memberi dampak buruk bagi tubuh, namun suhu saat menggoreng juga memegang peranan penting. Bahkan, suhu saat memasak lebih berpengaruh daripada jumlah minyak yang digunakan.

Makanan Digoreng Penyebab Penyakit Jantung

Jangan Masak Makanan dengan Suhu Terlalu Tinggi

Raj Bhoopal, Profesor dalam bidang kesehatan umum di University of Edinburgh, sekaligus kepala dari riset tersebut berkata “Ketika makanan dipanaskan dalam suhu yang terlalu tinggi, senyawa baru akan tercipta dan beberapa diantaranya dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan. Ini tidak ada hubungannya dengan digoreng atau direbus, ini tentang bagaimana proses memasaknya, tentang seberapa tinggi suhunya”.

Bhoopal juga menambahkan bahwa ketika temperatur dalam kondisi tinggi / sangat panas, sebuah senyawa kimia NFC (Neo Formed Contaminants) atau senyawa kimia yang bersifat merusak, dapat muncul.

Salah satu dari NFC tersebut adalah lemak berbahaya yang mampu meningkatkan resiko terserang penyakit jantung. Saat temperature dalam kondisi tinggi, lemak berbahaya ini terproduksi dengan lebih cepat yang jika ditarik garis lurus juga mampu meningkatkan resiko bahaya penyakit jantung.

Makanan yang dimasak dengan minyak dan suhu berlebih, merupakan salah satu sumber utama dari penyakit jantung. Karena itulah masyarakat di daerah Asia Tenggara sangat rentan terkena penyakit ini.

Seperti yang kita ketahui bahwa kebanyakan jenis masakan yang ada di daerah tersebut melibatkan minyak dan suhu tinggi di dalam proses pembuatannya. Bahkan resiko terserang penyakit jantung antara penduduk wilayah Asia tenggara, India,  serta beberapa daerah di timur tengah dapat mencapai hingga empat kali lipat resiko normal.

Maka dari itu, Bhoopal menyarankan untuk mengurangi suhu temperature saat memasak, sebisa mungkin hindari terlalu banyak konsumsi makanan yang digoreng, apalagi yang menggunakan minyak goreng dengan jumlah yang besar.

Bhoopal sendiri saat ini sudah beralih menggunakan minyak zaitun dalam setiap masakannya, menurutnya, minyak zaitun mampu mengurangi resiko terserang penyakit jika dibandingkan dengan minyak goreng lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *